BAGIAN SATU: ANAK PULAU Bab 1: Ibu I. Pagi yang Masih Utuh 1. Usapan yang Tidak Pernah Kembali Di kamar itu, ada sebuah tikar anyaman. Anyamannya rapatserapat jari-jari ibu yang tidak pernah lelah menganyam. Tapi di beberapa tempat, serat pandan mulai lepas, meninggalkan celah-celah kecil di mana lantai kayu di bawahnya terlihat. Celah-celah itu bukan cacat. Itu adalah peta dari semua lutut kecil yang pernah berlutut di atasnya, dari semua tubuh mungil yang pernah berguling di atasnya dalam tidur yang tidak terganggu mimpi buruk. Di atas tikar itu, seorang anak laki-laki terbaring. Selimut yang menutupinya bukan selimut tebalhanya selembar kain katun tipis dengan tambal-sulam di sana-sini. Jahitannya tidak rapi: ada yang dengan benang putih, ada yang dengan benang hitam, ada yang jarak tusuknya terlalu rapat hingga kain mengerut di satu titik. Jahitan yang dibuat oleh tangan yang belajar. Anak itu terbangun bukan karena suara. Tapi karena usapan. Us...
Posts
Showing posts from April, 2026
- Get link
- X
- Other Apps
RASA YANG TERTUNDA PROLOG: Laut yang Menunggu Di Pulau Laut, Natuna, ombak tidak pernah berhenti. Bukan karena ia setia. Tapi karena ia tidak punya pilihan lain. Ia datang dan pergi, datang dan pergi, dalam ritme yang sama selama ribuan tahunsebelum rumah panggung itu berdiri, sebelum nelayan itu lahir, sebelum anaknya tertidur di pangkuannya. Ombak tidak peduli. Tapi ombak menjadi saksi. Rumah panggung itu menghadap ke laut lepas. Bukan karena pilihan. Tapi karena di pulau ini, ke mana pun kau menghadap, yang kau lihat tetaplah air. Biru. Tak bertepi. Dan di biru itu, sebuah perahu kecil bersandar di dermaga kayu yang reotpapan-papannya sudah lapuk, paku-pakunya berkarat, dan di beberapa tempat, lubang-lubang kecil menganga seperti mulut yang kehilangan gigi. Di beranda rumah itu, seorang lelaki muda duduk di kursi bambu. Kursi itu sudah tuasandaran yang terbuat dari bilah bambu sudah rekah di tiga tempat, diikat dengan tali tambang yang mulai berjumbai....
- Get link
- X
- Other Apps
Sinopsis RASA YANG TERTUNDA Sebuah Novel tentang Cinta Ayah yang Tak Terucap, Kerinduan yang Terpendam, dan Kesadaran yang Datang Tepat Waktu Sinopsis Pendek Andra adalah anak nelayan dari Pulau Laut, Natuna salah satu pulau terluar Indonesia yang sunyi, dikelilingi lautan biru tak bertepi. Sejak kecil, ia tumbuh dalam keterbatasan, menyaksikan sendiri betapa Susu Murni Cap Panda barang yang mudah didapat di kota menjadi komoditas langka yang hanya muncul ketika kapal logistik datang setiap beberapa bulan sekali. Ayahnya, Pak Yudha , adalah nelayan sederhana yang rela berkorban apa pun demi masa depan anaknya. Di sela kesibukannya, ia memiliki ritual aneh : setiap kali minum susu atas saran dokter agar badannya lebih sehat ia selalu menyiapkan dua gelas . Satu untuk dirinya, satu kosong diletakkan di hadapannya. Ia mengobrol dengan gelas kosong itu, membayangkan kehadiran anaknya yang jauh di perantauan. Kelangkaan susu di Natuna menggugah Andra. Alih-alih memilih uni...